Pėrnah suatu dikala, sėkitar 10
dukun mėndatangi Habib Luthfi bin Yahya untuk ditantang kėilmuannya.
Habib Luthfi dėngan tėgas mėnolak
tantangan itu. Bėliau balik bėrtanya : " Untuk apa sėrta atas dasar apa
anda mėnantang saya? "
Salah satu dari 10 dukun itu mėnjawab
: " Kami ingin tahu apa kėlėbihanmu, kok murid-muridmu banyak bahkan ada
di mana-mana. Sėrta apa bėnar Habib ini wali Allah, kok bėbėrapa sampai banyak
yg suka sėrta mėncintaimu. "
Habib Luthfi hanya tėrsėnyum mėndėngar
pėnuturan si dukun itu. Kėmudian 10 dukun itu mulai komat-kamit tidak jėlas sėrta
mėngambil satu " kėris lėgėnda " kata si dukun, lalu dilėtakkan pėrsis
di dėpan Habib Luthfi. Lalu dukun itu bėrkata : " Ambillah jika Habib
mampu! "
Habib Luthfi pun cuma tėrsėnyum
sambil bėrjalan mėmbawa sapu lantai sėrta disapunya kėris itu dėngan mudahnya
tanpa mėmbuang-buang tėnaga.
Kagėtlah 10 dukun itu, gumam mėrėka
: " Kok bisa ya hanya dėngan mėnyapu saja, padahal sudah saya buktikan
tidak ada sėorang pun yg bisa mėngambil kėris itu. "
Sėtėlah Itu Habib Luthfi bin
Yahya mėncabut bulu rambut yg ada di kėpalanya sėrta mėlėtakkannya pėrsis di dėpan
10 dukun itu.
Bėramai-ramailah dukun itu dėngan
sėkuat tėnaga mėngambil satu hėlai bulu rambut Habib Luthfi. Namun apa hėndak
dikata, tak satu orang pun dari mėrėka yang bisa mėngambil bulu rambut itu.
Pada akhirnya 10 dukun itu sėgėra
mėminta maaf pada Habib Luthfi dan bahkan bėrsėdia mėnjadi murid Habib Luthfi
sampai saat ini.
Sėmoga bėrmanfaat dan dapat mėnambah
rasa kėpėrcayaan kita tėntang kėkuasaan Allah SWT.. amin.
Sumber: bintang informasi
